![]() |
H Lalu Gita Ariadi. |
MATARAM - Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi menyampaikan, Provinsi NTB mendapat kuota alokasi penerima Kartu Prakerja dari
Pemerintah Pusat sejumlah 50.922 orang.
Kartu Prakerja ini diperuntukkan bagi WNI berusia diatas 18 tahun, tidak sedang mengikuti pendidikan formal, para pencari kerja atau para pekerja yang dirumahkan serta pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.
"Kartu prakerja bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, produktifitas dan daya saing angkatan kerja serta meringankan biaya hidup akibat pandemi Covid-19," kata Lalu Gita, melalui keterangan tertulis, Jumat malam (17/4) di Mataram.
BACA JUGA: Update Covid-19 NTB, 55 Positif, 11 Diantaranya Sembuh
BACA JUGA: Update Covid-19 NTB, 55 Positif, 11 Diantaranya Sembuh
Gita yang juga Kepala Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB menjelaskan, besaran nilai penerima manfaat kartu prakerja masing-masing sebesar Rp.3.550.000, dengan peruntukan biaya pelatihan Rp1 juta, insentif peserta Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan, dan biaya survei Rp150 ribu.
Lalu Gita menjelaskan, hingga Jumat malam (17/4) jumlah pendaftar calon penerima kartu prakerja se-NTB tercatat sebanyak 35.930 orang. Sehingga masih tersedia kuota untuk 14.992 orang.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui online di laman website www.prakerja.go.id dan pendaftaran manual dilakukan melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Barat.
"Bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan dan memerlukan Kartu Prakerja agar dapat segera mendaftar melalui jalur yang telah disediakan," katanya.
"Bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan dan memerlukan Kartu Prakerja agar dapat segera mendaftar melalui jalur yang telah disediakan," katanya.
Menurutnya, penetapan penerima Kartu Prakerja ditetapkan oleh tim pusat berdasarkan hasil seleksi dan verifikasi data yang masuk. (*)