![]() |
Aparat Desa Tanak Kaken bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas menunjukan produk jamu tradisional warisan leluhur di Desa Tanak Kaken, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur. |
LOMBOK TIMUR - Pemerintah Desa Tanak Kaken, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur mengembangkan produksi jamu warisan leluhur yang diyakini bisa menigkatkan imunitas tubuh serta mencegah serangan virus corona.
Herbal Lombok dari berbagai jenis rempah-rempahan ini diproduksi UMKM setempat dengan label "Jamu Sehat Healthy & Natural".
"Produksi jamu di masa pandemi sangat diminati oleh masyarakat sebab banyak kasiatnya untuk menjaga imun tubuh agar tetap sehat dan kebal terhadap serangan virus Covid-19," kata Kepala Desa Tanak Kaken, Lalu Salikin.
Salikin menjelaskan, Desa Tanak Kaken sejak dulu dikenal dengan dua produk unggulan yakni kerajinan anyaman Ketak, dan jamu tradisional warisan leluhur.
"UMKM yang menonjol pada desa kami yaitu Jamu Tradisional dan Anyaman Ketak. Selain itu ada keistimewaan lain yang dimiliki DesaTanah Kaken ini. Sesuai dengan namanya Tanak Kaken itu bahasa Sasak yang artinya tanah yang bisa dimakan," jelas Salikin.
![]() |
Jamu Sehat Healthy & Natural produksi Desa Tanak Kaken, Lombok Timur. |
Produksi Jamu Sehat Healthy & Natural di desa itu melibatkan ibu-ibu PKK dan UMKM binaan BUMDes Tanak Kaken. Ini sudah dilakukan sejak pandemi Covid-19 awal tahun lalu.
Dalam perjalanannya, produksi jamu warisan leluhur di Tanak Kaken mendapat perhatian dan support dari Pemda Lombok Timur dan TP PKK setempat. Saat ini kemasan jamu sudah lebih menarik dan mulai laris dipasarkan, kendati promosi dan pemasarannya masih melalui jejaring media sosial, juga dijual di retail di Desa setempat.
Salikin mengungkapkan, inovasi Desa Tanak Kaken ini juga dilakukan untuk mendukung Program Kampung Sehat Jilid 2 yang digagas Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal. Terutama dalam semangat untuk melawan pandemi Covid-19 saat ini.
"Jamu tradisional warisan leluhur inilah salah satu cara kami untuk melawan penyebaran Virus Covid 19. Selain dari mentaati Prokes dan 5M. Mendukung Kampung Sehat II dari Polda NTB," katanya.
Ketua PKK Desa Tanak Kaken Baiq Zuriati menjelaskan, jamu tradisional ini berbahan baku rempah-rempah. Dimana bahan bakunya diambil dari hasil produksi Tanaman Obat Keluarga (Toga).
"Jadi bahan bakunya tersedia, karena banyak masyarakat di Desa kami yang menanam tanaman obat keluarga di pekarangan rumahnya. Sehingga produksi jamu juga memberi manfaat ekonomis bagi masyarakat," kata Zuriati.
Saat ini jamu tradisional diproduksi PKK Desa bersama UMKM binaan, sementara pemasarannya dilakukan bekerjasama dengan BUMDes.
"Ke depannya kami ingin dikembangkan produksi jamu tradisional warisan leluhur ini dalam jumlah yang besar," katanya.
Menurut Zuriati, dukungan Pemda Lombok Timur sangat besar.
Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Timur Hj. Hartatik Sukiman Azmy, juga terus memotivasi agar jamu tradisional ini dikembangkan dan dikemas lebih menarik untuk menembus pasar yang lebih luas.
"Ketua TP PKK Lotim, ibu Hj Hartatik sudah menyuruh kami membangkitkan inovasi dari jamu tradisional Healthy & Natural serta Songgak. Kita juga menunggu pembinaan dari pemerintah agar produk kami ini bisa kita pasarkan ke skala nasional," ujarnya.
Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Sakra Barat Aipda Rohmatullah menerangkan, semangat masyarakat Desa Tanak Kaken untuk mensukseskan Program Kampung Sehat Jilid 2 sangat luar biasa.
"Sinergitas tiga pilar Pemdes Babinsa dan Babinkamtibmas disini sangat baik jadi pelanggaran Prokes semakin berkurang. Karena rutinnya himbauan untuk mentaati Prokes. Baik melalui ceramah di masjid maupun di Mushola. Juga kami pasang himbauan lewat Spanduk dan Banner," katanya.
Menurutnya, untuk kampung sehat jilid 2 masyarakat malah bersyukur karena jilid 2 salah satu cara mendidik masyarakat untuk menghambat penyebaran virus covid-19.
"Dengan adanya Kampung Sehat jilid 2 ini menjadi kebiasaan baru dalam menjalankan Prokes dan 5 M di tengah masyarakat," katanya.