![]() |
Ngopi Bareng Geopark Rinjani di Pusat Informasi Geopark Rinjani, Sembalun, Lombok Timur. (Foto : MP/Rosyidin) |
LOMBOK TIMUR - Geopark Rinjani mendorong pengelolaan air bersih yang profesional dan berkelanjutan di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.
Hal ini terungkap dalam Ngopi Bareng Geopark Rinjani, Rabu malam (31/3) di Pusat Informasi Geopark Rinjani, Sembalun, Lombok Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut, GM Geopark Rinjani, M Farid Zaini, Camat Sembalun, Mertawi, Kadis LHK Lombok Timur M Zaidar Rohman, Kepala KPH Rinjani Timur L Ayub Zaenudin, enam Kepala Desa sekecamatan Sembalun, Kelompok Nina Sembalun, sejumlah aktivis lingkungan, dan perwakilan masyarakat.
Dalam diskusi Ngopi Bareng terungkap bahwa jumlah mata air di kawasan kaki Gunung Rinjani terus menyusut. Dari ratusan menjadi berkisar puluhan mata air yang masih tersisa, akibat degradasi dan ekploitasi hutan.
GM Geopark Rinjani, M Farid Zaini mengatakan, diskusi tata kelola air bersih di Sembalun merupakan kolaborasi Geopark Rinjani bersama kelompok Nina Sembalun yang menginisiasi.
"Ngopi Bareng ini diinisiasi oleh Kelompok Nina Sembalun. Kita diskusi untuk merumuskan manajemen tata kelola air bersih di Sembalun. Karena hingga saat ini cara tata kelolanya belum maksimal dirasakan oleh masyarakat," kata Farid Zaini.
Menurutnya, permasalahan air bersih ini, sudah bertahun-tahun namun belum ada solusi. Sehingga tata kelola yang profesional dan berkelanjutan akan didorong. Salah satunya dengan meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah atau pun dinas terkait dengan masyarakat setempat.
"Ngopi Bareng ini InsyaAllah menjadi awal yang sangat baik untuk penyelesaian atau mencari solusi terhadap tata kelola air bersih secara profesional dan berkelanjutan di Sembalun," katanya.
Farid mengatakan, Ngopi Bareng Geopark juga menjawab tantangan ke depan bahwa Geopark Rinjani ini benar-benar ada di tengah masyarakat terutama di Sembalun.
Geopark Rinjani, papar dia, selalu mencoba mengkoordinir, bersinergi dan berkolaborasi dengan semua stekholder.Termasuk dengan pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan lembaga kemasyarakatan lainnya.
"Ini sebuah contoh kolaborasi bersama. Sebetulnya menjawab tantangan Geopark itu sendiri. Bahwa Geopark Rinjani hadir di tengah masyarakat, ya terutama di masyarakat Sembalun," imbuh Farid.
Ia berharap dengan acara tersebut, bisa memberikan harapan titik terang bagaimana kesepahaman dan kesepakatan dari semua stekholder yang hadir dalam acara tersebut benar-benar di implementasikan ke depan.
"Semoga dengan acara ini, ada secercah titik terang kesepahaman dan kesepakatan bersama. Untuk dipraktikan ke masyarakat kita di Sembalun," ujar Farid.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan MoU antara Geopark Rnjani dengan Kelompok Nina Sembalun.