Ujaran Kebencian Sasar Nakes Puskesmas Batuyang, Tempuh Jalur Hukum dan Mediasi

Rosyidin S
Kamis, Maret 06, 2025 | 22.51 WIB Last Updated 2025-03-06T14:51:17Z
Para tenaga kesehatan Puskesmas Batuyang saat  melaporkan pencemaran nama baik di Polsek Peringgabaya. (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com - Puskesmas Batuyang, yang terletak di Kecamatan Peringgabaya, Lombok Timur (Lotim) baru-baru ini menjadi sorotan setelah beberapa akun media sosial menyebarkan ujaran kebencian terhadap tenaga medis yang bertugas di sana.


Para petugas kesehatan dari berbagai profesi seperti dokter, bidan dan perawat maupun lainnya di Puskesmas Batuyang Kecamatan Pringgabaya Lotim ramai-ramai datang ke Polsek Pringgabaya, Rabu (05/3) kemarin.


Ujaran yang menyebutkan para tenaga kesehatan di Puskesmas Batuyang dengan kata-kata kasar dan lainnya yang tidak pantas diucapkan membuat para tenaga profesi merasa keberatan dan memutuskan untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib.


Kedatangan para tenaga kesehatan (Nakes) untuk melapor terkait dengan dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian di media sosial (Facebook) atas cuitan kata-kata yang kurang pantas di media sosial.


Dalam klarifikasinya, para perawat, bidan, dan dokter yang bekerja di Puskesmas Batuyang menegaskan bahwa mereka telah menjalankan tugas mereka sesuai dengan keilmuan dan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. 


Mereka menyatakan bahwa sebagai tenaga medis, mereka selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Sebagai tenaga profesi, kami sudah bekerja sesuai dengan keilmuan masing-masing dan mengikuti standar SOP yang ada. Kami memanusiakan sesama manusia," kata Moh. Hamzani, salah satu tenaga kesehatan saat dikonfirmasi kemarin.


Menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Batuyang sudah berjalan dengan baik, dengan kunjungan pasien yang terus meningkat setiap hari, baik di poli, UGD, maupun layanan bersalin.


"Puskesmas Batuyang selalu penuh setiap hari dengan pasien yang berobat, bukti kami tidak gagal dalam memberikan pelayanan," tegasnya. 


Ia menambahkan, kritik atau ketidakpuasan terhadap layanan kesehatan memang wajar, namun penggunaan kata-kata kasar dan hinaan seperti yang disebarkan melalui media sosial tidak bisa diterima begitu saja.


“Kami terbuka terhadap kritik yang membangun, tetapi jika dihina dengan kata-kata kasar seperti itu, kami tidak bisa diam,” tambahnya.


Kapolsek Peringgabaya, AKP Suyono, mengonfirmasi bahwa pihak Puskesmas Batuyang telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian untuk diproses lebih lanjut.


Suyono mengatakan bahwa langkah pertama adalah melakukan mediasi antara pihak Puskesmas dan mereka yang menyebarkan ujaran kebencian tersebut. 


"Rekan-rekan Puskesmas meminta mediasi, kami akan mengupayakan perdamaian atau islah agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Tentu kami juga akan melakukan klarifikasi terkait ujaran kebencian yang beredar di media sosial," ujar AKP Suyono.


Kapolsek juga menegaskan bahwa dalam hal ini, pihak kepolisian akan bertindak sesuai prosedur hukum.


"Jika mediasi tidak berhasil, kami akan melakukan proses hukum lebih lanjut. Prosedur pengaduan sudah jelas dan akan dilanjutkan ke pihak berwenang," tambahnya.


Salah satu tenaga profesi dari Puskesmas Batuyang, yang juga mewakili para pekerja di instansi tersebut, Lalu Panji Nirwana menegaskan pentingnya klarifikasi sebelum menyebarkan informasi yang bisa merusak citra suatu lembaga.


"Jika ada ketidakpuasan terhadap pelayanan kami, silakan disampaikan dengan cara yang benar. Kami punya sistem dan manajemen untuk menangani keluhan. Jangan langsung mengunggahnya ke media sosial tanpa klarifikasi," ujar Lalu Panji Menambahkan.


Ia juga mengingatkan bahwa sebagai tenaga kesehatan, mereka memiliki wadah profesional, seperti PPNI untuk perawat dan IDI untuk dokter, yang bisa digunakan untuk menanggapi keluhan.


"Kami bekerja sesuai dengan profesi masing-masing, dan jika ada yang merasa tidak puas, bisa melaporkannya melalui jalur yang sudah tersedia," jelas Lalu Panji.


Pihak Puskesmas Batuyang berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik dan tidak mengganggu semangat mereka untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat.


"Kami terima kritik dengan hati terbuka, namun kami juga berharap agar komunikasi dilakukan dengan cara yang sopan dan tidak merusak nama baik orang lain," pungkasnya.


Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat akan lebih bijak dalam memberikan kritik dan tidak menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan kebencian. Puskesmas Batuyang juga berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan dan berupaya agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ujaran Kebencian Sasar Nakes Puskesmas Batuyang, Tempuh Jalur Hukum dan Mediasi

Trending Now